Korupsi Mulu, Apa Tidak Kenyang?

Oleh :Tim Madyapadma Journalistic Park

Di negeri ini hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah. Ya, yang beruang banyak, dia menang. Yang miskin, ya kalah. Orang yang mengadili juga manusia. Kembali lagi, semua manusia itu serakah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa luar dalam merupakan koruptor.

Baca Selanjutnya


Beli Kami!Go-wik

Oleh :Made Dwi Permana, Gst. Aditya Adigovinda

Puncak kegelisahan Go-Wik, menyoroti soal tarik-menarik koalisi partai politik dalam mengusung calon presiden dan calon wakil presiden. Kegelisahan karena untuk menentukan calon presiden terutama calon wakil presiden yang kok rasanya sulit dan lebih banyak pada hitung-hitungan angka hasil pemilu. Bukan berdasarkan visi memajukan bangsa dan kecocokan gaya. Kegelisahan itu mendorong mereka berdua melakukan sindiran sekaligus intropeksi diri. Hasil 'intropeksi diri' itu mendorong mereka memutuskan : MENDEKLARASIKAN DIRI UNTUK MENJADI CALON PRESIDEN DAN CALON WAKIL PRESIDEN melalui buku ini!

Baca Selanjutnya


Pulang

Oleh :Ni Made Fina Pradnyani Pratiwi

" Apapun akan ku lakukan untuk menyelamatkanmu," "Sssttt, tidak Fin, kamu adalah seorang jurnalis, menulis kebenaran adalah tugasmu" " Tak bolehkah seorang jurnalis menuliskan cinta bagi seorang yang dicintainya? Tentu aku tak bisa membiarkanmu mati" "Akulah yang terlalu bodoh. Jangan khianati takdirmu demi cinta. Menulis adalah hidupmu, dan hidupmu adalah untuk menulis." DOK..DOK..DOK!! Pintu itu masih saja tertutup. "Tolong buka pintunya. Atau kami akan mendobraknya!" tak tertahankan kesunyian muncul dari dalam sudut hati bersama menghadap pintu " Dengan kata-kataku, jagalah anak kita, dan kamu tetap menulis seperti biasa yang kamu lakukan. Jangan pikirkan aku..Kamu adalah jurnalis yang mengagumkan.." "Hei. Kamu yang harus mendengarkanku Wan, untuk apa aku menulis dengan mengagumkan kalau tidak ada yang tersenyum dan bertepuk tangan disampingku? Sebagai istrimu aku akan menjaga anak kita. Sebagai jurnalis, aku akan menegakkan kebenaran. Dan sebagai orang yang mencintaimu, aku tak kan pernah membiarkanmu mati sia-sia..." Waktu berdetak secepat sembarang pistol yang terarah pada Awan. Dengan pukulan keras, mereka sukses mendobrak pintu dan seketika melepaskan genggaman tangan kanan. Awal mengangkat kedua lengannya ke udara dan siap dibawa pergi. Baiklah. Awan meninggalkan langit. Seketika hujan turun. Deras sekali. Awan hanya pergi tuk' sementara. Dia akan kembali pulang

Baca Selanjutnya


Pers Dalam Selimut Kapitalisme

Oleh :Putri Pradievy, Jezzica Jasmine,Surya Merta, Adnya Kusumasari,Vira Duarsa,Bagus Perana, Kaila Kirtaniya

Kapitalisme seakan merenggut idealism dan independensi pers sedikit demi sedikit. Kemudian mengubah dan menjerumuskan pers menjadi 'makhluk yang paling berdosa' dengan bertindak provokatif kepada masyarakat.

Baca Selanjutnya


Bukan Ratna Manggali

Oleh :Tim Madyapadma Journalistic Park

Buku 'Bukan Ratna Manggali' ini dibuat oleh para pencari cerita perempuan yang tidak hanya sebatas kisah cinta, perasaan, dan tangisannya, melainkan juga kerja keras, luka, dan pencapaian luar biasa yang dapat dilakukan oleh perempuan. Bagaimana wanita memandang hidup, menjalaninya, memahami, dan memaknai hidup mereka.

Baca Selanjutnya


PERS : BUKAN SEKEDAR Bungkus Kacang

Oleh :Fatima Gita Elhasni

Saking tak bermutunya, pers lebih sering dijadikan bungkus kacang atau selingan di kehidupan masyarakat kita. Sudah terlalu pasrah melihat pemerintah yang sembraut. Ditambah dengan pemberitaan yang asal jablak fakta yang tidak terbukti benar.

Baca Selanjutnya


TELUK BENOA : MAGNET DI KAKI PULAU BALI

Oleh :Putri Pradievy, Jezzica Jasmine, Lita Saraswati, Amelia Dwinda, Cok Istri Putri, Galuh Sri W, Surya Merta, Diah Budiantari, Fina Pradnyani, Adnya Kusuma, Vira Duarsa

...di Teluk Benoa tersimpang potensi 'harta karun' kedepan yang menjanjikan bagi ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Tak heran banyak tersedot magnet Telok Benoa di kaku Pulau Bali.

Baca Selanjutnya